Skip to content

DUNIA HITAM

SEPUTARAN INFO DUNIA HITAM

  • Home
  • Uncategorized
  • Rudal AI China Bisa Deteksi Jejak Panas Jet Tempur Siluman, F-22 dan F-35 AS Tak Lagi Aman

Rudal AI China Bisa Deteksi Jejak Panas Jet Tempur Siluman, F-22 dan F-35 AS Tak Lagi Aman

Posted on August 14, 2026 By j9jiq No Comments on Rudal AI China Bisa Deteksi Jejak Panas Jet Tempur Siluman, F-22 dan F-35 AS Tak Lagi Aman
Uncategorized

BEIJING – Jet tempur siluman F-22 Raptor dan F-35 Lightning II Amerika Serikat (AS) dikenal sangat sulit dideteksi radar musuh, tetapi jejak panas atau inframerah yang mereka hasilkan sulit disembunyikan. China telah mengembangkan sistem kecerdasan buatan (AI) ringan yang memungkinkan rudal udara-ke-udara mengenali jejak inframerah kedua jenis pesawat tersebut saat terbang, membuat mereka sekarang tak lagi aman.

Sistem baru itu mencapai akurasi hingga 97,1 persen dalam mengidentifikasi target F-22 dan F-35 selama pengujian laboratorium berbasis simulasi. Para peneliti dari Beijing Institute of Technology dan China Airborne Missile Academy merancang sistem tersebut untuk digunakan pada sistem pencitraan inframerah yang dipasang pada rudal. Baca Juga: Singapura Sudah Beli F-35 dan Kini Lirik Jet Tempur Generasi Ke-6, Bagaimana dengan Indonesia? Penelitian ini menjawab persoalan praktis yang dihadapi pencari target rudal generasi mendatang. Sistem tersebut harus memproses citra inframerah hampir secara instan, sementara rudal memiliki keterbatasan ketat dalam hal daya komputasi, bobot, dan ruang yang tersedia.

Membaca Jejak Panas Jet Tempur

Pesawat menghasilkan jejak inframerah melalui semburan gas panas dari mesin, pemanasan aerodinamis, serta sumber panas lainnya di seluruh badan pesawat. Rudal pencari panas dapat mendeteksi emisi tersebut, sementara pesawat tempur dapat mengerahkan flare untuk menciptakan target inframerah palsu yang bersaing. Kondisi itu menciptakan persoalan bagi sistem pengenalan rudal. Pencari inframerah harus menentukan apakah sumber panas yang dilihatnya berasal dari pesawat atau umpan (decoy), sering kali hanya dalam hitungan milidetik. Mengutip laporan dari Interesting Engineering, Jumat (14/8/2026), para peneliti melatih sistem mereka menggunakan 3.245 citra inframerah yang dikumpulkan oleh sistem pemindaian berbasis rudal. Dataset tersebut mencakup tiga kategori target udara, termasuk pesawat F-22 dan F-35 yang disimulasikan.

Menurut para peneliti, model tersebut mencapai akurasi pengenalan 97,1 persen dalam pengujian. Pengujian terpisah menghasilkan tingkat pengenalan sekitar 90 persen untuk target jet tempur yang disimulasikan. Hasil tersebut tidak menunjukkan bagaimana sistem akan bekerja ketika menghadapi pesawat F-22 atau F-35 sebenarnya. Peneliti utama An Jiangshan mengatakan data pengujian yang relevan masih bersifat rahasia dan tidak dapat dipublikasikan. Para peneliti juga harus memecahkan persoalan perangkat keras sebelum model tersebut dapat dipasang pada rudal. Sistem deep learning konvensional dapat membutuhkan sumber daya komputasi yang terlalu besar untuk senjata berukuran kecil yang memiliki keterbatasan ketat dalam ukuran dan konsumsi daya. Tim tersebut memangkas modelnya hingga hanya menggunakan 16,1 persen dari jumlah parameter yang digunakan metode sebelumnya. Menurut penelitian tersebut, kebutuhan komputasinya juga berhasil diturunkan menjadi 19,2 persen. Sebuah akselerator AI khusus membantu meningkatkan kinerja sistem tersebut. Perangkat keras itu menggunakan operasi konvolusi yang dioptimalkan, pemrosesan paralel, dan penyanggaan data untuk memproses citra inframerah secara lebih efisien. Dalam pengujian perangkat keras, sistem tersebut mencapai akurasi 96,4 persen dan mampu memproses setiap gambar dalam waktu sekitar 1,5 milidetik. Konsumsi daya keseluruhannya mencapai sekitar 2,2 watt, sehingga para peneliti memperoleh sistem dengan konsumsi daya relatif rendah untuk aplikasi yang dipasang pada rudal.

Kecepatan tersebut dapat menjadi faktor penting dalam pertempuran karena rudal tidak memiliki banyak waktu untuk menentukan apa yang sedang dilihat sensornya. Pemrosesan citra secara langsung di dalam rudal memungkinkan sistem pencari target mengklasifikasikan target tanpa bergantung pada sistem komputasi eksternal.

Tantangan Baru bagi Teknologi Siluman

Penelitian tersebut belum membuktikan bahwa rudal China mampu mengidentifikasi pesawat F-22 atau F-35 yang sedang beroperasi. Eksperimen menggunakan target yang disimulasikan, dan para peneliti mengatakan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk meningkatkan akurasi pengenalan sekaligus kecepatan pemrosesan. Tim peneliti juga membatasi studi tersebut pada sistem pemicu (fuze) rudal udara-ke-udara jarak dekat. Mereka belum memastikan apakah pendekatan yang sama dapat diterapkan pada sistem rudal permukaan-ke-udara. Bagi Amerika Serikat, penelitian ini menunjukkan persoalan yang sudah lama dikenal dengan sentuhan baru. Pesawat siluman dapat secara drastis mengurangi kemungkinan terdeteksi radar, tetapi tidak dapat menghilangkan panas yang dihasilkan mesin maupun gesekan saat bergerak menembus udara. Sensor inframerah yang semakin canggih dapat mengubah emisi panas yang tak terhindarkan tersebut menjadi informasi yang berguna untuk menentukan sasaran. Prosesor AI berukuran ringkas kemudian dapat membantu sistem pencari target rudal generasi mendatang memahami informasi tersebut dengan lebih cepat dibandingkan sistem sebelumnya.

Post navigation

❮ Previous Post: Intelijen AS Sebut Iran Alihkan Prioritas dari Program Nuklir ke Selat Hormuz
Next Post: Komando Pusat AS Luncurkan Gugus Tugas Drone Serang Multinasional, Ajak Semua Sekutu ❯

You may also like

Uncategorized
AS dan Negara-negara Arab Kalah Total! Iran Akan Dapatkan Kendali Lebih Besar di Selat Hormuz
August 5, 2026
Uncategorized
Jet Siluman F-35B Senilai Rp1,9 Triliun Jatuh, Militer AS Bungkam
August 1, 2026
Uncategorized
4 Alasan Jepang Kini Jadi Aliansi Terpenting AS di Asia, Garda Terdepan Melawan Rusia dan China
July 28, 2026
Uncategorized
Hadiah Ratusan Juta untuk Tangkap Tentara AS Disiapkan Iran
August 17, 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Pentagon Pecat Bos Media Militer AS karena Beritakan Kondisi Buruk Kapal Induk USS Abraham Lincoln
  • Sekutu AS di Asia Waspada saat Trump Pindahkan Aset Militer untuk Perang Lawan Iran
  • Kapal Induk Nuklir George Washington AS Sudah Tiba di Timur Tengah untuk Perang Melawan Iran
  • TikToker Cantik dengan Lebih dari 1,3 Juta Follower Ditembak Mati di Dalam Mobil
  • Trump Ancam Bombardir Oman Jika Halangi Kesepakatan soal Selat Hormuz

Recent Comments

  1. A WordPress Commenter on Hello world!

Archives

  • August 2026
  • July 2026

Categories

  • Uncategorized

Copyright © 2026 DUNIA HITAM.

Theme: Oceanly Green by ScriptsTown

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by