Skip to content

DUNIA HITAM

SEPUTARAN INFO DUNIA HITAM

  • Home
  • Uncategorized
  • AS dan Negara-negara Arab Kalah Total! Iran Akan Dapatkan Kendali Lebih Besar di Selat Hormuz

AS dan Negara-negara Arab Kalah Total! Iran Akan Dapatkan Kendali Lebih Besar di Selat Hormuz

Posted on August 5, 2026 By j9jiq No Comments on AS dan Negara-negara Arab Kalah Total! Iran Akan Dapatkan Kendali Lebih Besar di Selat Hormuz
Uncategorized

TEHERAN – Teheran akan mendapatkan kendali lebih besar atas pelayaran melalui Selat Hormuz berdasarkan kesepakatan sementara yang sedang dinegosiasikan oleh AS, Iran , dan Oman. Demikian dilaporkan Axios pada hari Rabu. Jalur air strategis yang terletak di antara Iran dan Oman ini menjadi jalur bagi sekitar seperlima pasokan minyak dunia yang diangkut melalui laut.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada hari Sabtu bahwa ia telah membatalkan rencana serangan terhadap Iran, dengan menyatakan bahwa Washington dan Teheran hampir mencapai solusi diplomatik. Trump mengatakan pada hari Rabu bahwa kedua belah pihak sedang melakukan “diskusi yang sangat baik,” namun memperingatkan bahwa Iran akan “dipukul dengan sangat keras” jika Selat Hormuz tidak dibuka kembali “dalam waktu dekat.”

Pertempuran kembali pecah bulan lalu setelah perselisihan mengenai kendali atas Selat Hormuz menggagalkan memorandum 14 poin yang sebelumnya telah menetapkan gencatan senjata sementara. Kesepakatan tersebut dimaksudkan untuk membuka jalan bagi penyelesaian permanen konflik yang bermula dari serangan AS-Israel terhadap Iran pada akhir Februari.

Usulan kesepakatan berdurasi 60 hari tersebut akan membuka kembali Selat Hormuz, memulihkan gencatan senjata AS-Iran, dan memulai kembali negosiasi mengenai program nuklir Teheran, lapor Axios. AS, Iran, dan Oman dikabarkan hampir merampungkan kesepakatan tersebut.

Berdasarkan usulan kesepakatan itu, kapal-kapal yang memasuki Teluk Persia akan menggunakan jalur pelayaran yang dikendalikan Iran, sementara lalu lintas kapal yang keluar akan diarahkan melalui jalur yang diawasi oleh Oman, menurut laporan media tersebut. Dalam 30 hari ke depan, kedua belah pihak akan berupaya membersihkan ranjau laut dari jalur tengah selat tersebut, yang diperkirakan akan digunakan untuk lalu lintas dua arah berdasarkan pengaturan permanen yang akan dinegosiasikan antara Teheran dan Muscat.

Tidak ada biaya tol atau pungutan apa pun yang akan dikenakan untuk penggunaan jalur air tersebut selama periode 60 hari itu, menurut laporan Axios. Namun, AP melaporkan—mengutip pejabat regional—bahwa pembayaran untuk penyediaan keamanan dan pelestarian lingkungan laut direncanakan dalam kesepakatan tersebut. Sebelumnya, Trump menolak segala bentuk penyelesaian yang memungkinkan Teheran memungut biaya atas lalu lintas komersial di jalur air tersebut.

Menurut sumber Axios, Gedung Putih terlibat aktif dalam negosiasi tersebut; sejumlah pembicaraan telepon telah berlangsung dalam beberapa hari terakhir antara utusan khusus Trump, Steve Witkoff, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, dan Menteri Luar Negeri Oman Badr al-Busaidi.

Teheran berulang kali membantah melakukan pembicaraan langsung dengan Washington, dengan menyatakan bahwa mereka hanya berkomunikasi dengan Oman mengenai pengaturan untuk Selat Hormuz.

Araghchi sebelumnya mengatakan bahwa negosiasi dengan pihak Oman “mendekati penyelesaian,” sementara juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menggambarkannya sebagai masalah bilateral yang “tidak melibatkan pihak lain mana pun.”

Baghaei menegaskan bahwa kesepakatan antara Teheran dan Muscat “tidak berarti pembukaan kembali Selat Hormuz,” seraya menambahkan bahwa “selat tersebut tetap tertutup akibat pelanggaran perjanjian oleh Amerika, blokade laut terhadap Iran, dan serangkaian tindakan yang mengganggu yang dilakukan Washington terhadap Republik Islam tersebut.”

Sebelumnya, campur tangan AS dan ancaman dari Presiden Donald Trump merupakan alasan utama tertundanya pencapaian kesepakatan dengan Oman mengenai pengaturan navigasi baru untuk Selat Hormuz, demikian ungkap sumber Iran yang mengetahui masalah tersebut pada hari Rabu. “Alasan utama tertundanya kesepakatan dengan Oman terkait Selat Hormuz adalah campur tangan AS dan ancaman Trump,” ujar sumber tersebut kepada Sepah News milik Iran.

“Selama masih ada campur tangan AS dan ancaman serangan militer terhadap Iran, kesepakatan itu akan tertunda,” kata sumber tersebut, seraya menambahkan bahwa “Iran tidak akan mencapai kesepakatan apa pun di bawah bayang-bayang ancaman.”

Pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Press TV bahwa Teheran dan Muscat telah memasuki “tahap baru” negosiasi yang bertujuan membentuk koridor pelayaran guna menjamin keamanan lalu lintas kapal komersial di jalur perairan strategis tersebut.

Pejabat itu mengatakan bahwa kesepahaman dengan Oman “dapat dicapai” jika AS berhenti mencampuri perundingan tersebut. Pejabat itu juga menuding Trump berupaya memengaruhi negosiasi dan mengklaim andil atas kesepakatan apa pun, seraya menyebut bahwa tindakannya telah memperlambat proses tersebut.

Menurut pejabat tersebut, koridor yang diusulkan itu bertujuan untuk melindungi hak-hak berdaulat Iran sebagai negara pesisir sekaligus menjamin keamanan pelayaran kapal-kapal komersial.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan pada hari Selasa bahwa pembicaraan dengan Oman sedang berjalan dengan kemajuan di tingkat teknis maupun politik.

Baqaei menyatakan bahwa negosiasi tersebut berfokus pada penentuan jalur pelayaran masuk dan keluar yang aman, sembari tetap melindungi hak-hak berdaulat serta kepentingan keamanan nasional Iran dan Oman. Ia menambahkan bahwa hasilnya akan diumumkan setelah pembicaraan rampung.

Pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan bahwa Washington dan Teheran telah mencapai kemajuan dalam pembicaraan mengenai pelayaran di jalur air internasional yang vital, namun belum mencapai kesepakatan final. Ia berharap kesepakatan dapat dicapai dalam waktu dekat.

Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman pada 18 Juni untuk mengakhiri perang yang bermula pada 28 Februari setelah AS dan Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran.

Nota kesepahaman tersebut mengamanatkan negosiasi mengenai pengaturan pelayaran di masa depan di Selat Hormuz, salah satu koridor energi dan perdagangan paling strategis di dunia. Namun, pelaksanaannya terhambat akibat perselisihan mengenai navigasi dan ketegangan militer yang terus berlanjut.

Post navigation

❮ Previous Post: Qatar Sebut Damai AS-Iran Menguat, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok 2%
Next Post: Mengapa Arab Saudi Mengubah Perannya dalam Perang Iran? ❯

You may also like

Uncategorized
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
July 22, 2026
Uncategorized
Teror Israel di Tepi Barat Makin Mencekam, Mesir dan Spanyol Marah Besar!
July 26, 2026
Uncategorized
Ahli Sebut Tunjangan Dosen Hampir 2 Dekade Tak Disesuaikan, Tak Lagi Seimbang dengan Beban Kerja
July 7, 2026
Uncategorized
Dunia Suram, Startup Bangkrut Membludak di Negara Ini
July 13, 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Dilema Trump Melawan Iran: Terjebak dalam Perang Tanpa Jalan Keluar yang Jelas
  • Mengapa Arab Saudi Mengubah Perannya dalam Perang Iran?
  • AS dan Negara-negara Arab Kalah Total! Iran Akan Dapatkan Kendali Lebih Besar di Selat Hormuz
  • Qatar Sebut Damai AS-Iran Menguat, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok 2%
  • Tak Mampu Kalahkan Iran, Pentagon Minta Prajurit AS Eksplorasi Ide Kreatif dan Tidak Konvensional

Recent Comments

  1. A WordPress Commenter on Hello world!

Archives

  • August 2026
  • July 2026

Categories

  • Uncategorized

Copyright © 2026 DUNIA HITAM.

Theme: Oceanly Green by ScriptsTown

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by