WASHINGTON DC – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa dirinya tidak menyesal telah membawa negaranya berperang dengan Iran, meski konflik tersebut berpotensi berdampak terhadap Partai Republik dalam pemilu sela AS pada November mendatang. Hal itu disampaikan Trump dalam wawancara dengan Fox News yang disiarkan pada Kamis (10/9/2026) dalam program “The Ingraham Angle”. “Saya tidak percaya pada kata ‘penyesalan’,” kata Trump, seperti dikutip Reuters.
rump bahkan menegaskan bahwa dirinya akan mengambil keputusan yang sama jika diberi kesempatan untuk mengulanginya.
“Jika saya harus melakukannya lagi, saya akan melakukan persis seperti yang saya lakukan saat ini,” ujarnya.
”
Trump bantah pendukungnya kecewa Trump juga membantah anggapan bahwa sebagian pendukungnya kecewa akibat perang dengan Iran. “Saya tidak berpikir mereka kehilangan semangat. Saya pikir mereka sangat bangga dengan kenyataan bahwa saya tidak membiarkan Iran memiliki senjata nuklir,” kata Trump. Trump sebelumnya menyebut melemahkan kemampuan nuklir Iran sebagai salah satu tujuan perang. Namun, Iran diketahui tidak memiliki senjata nuklir dan menyatakan program pengayaan uraniumnya ditujukan untuk tujuan damai.
Dalam wawancara tersebut, Trump kembali menyatakan keyakinannya bahwa perang akan berakhir segera setelah pemilu sela AS. “Ini berakhir tepat setelah pemilu,” kata Trump. Trump juga menyampaikan pernyataan serupa pada Rabu (9/9/2026). Saat itu, dia menuduh Teheran berupaya memengaruhi pemilu yang akan menentukan apakah Partai Republik tetap menguasai Kongres. Kenaikan harga minyak dan gas akibat perang AS-Israel dengan Iran telah menjadi salah satu isu utama bagi Partai Republik menjelang pemilu. AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari, yang kemudian direspons Iran dengan melancarkan serangan terhadap Israel serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS.

