TEHERAN – Militer Iran pada hari Rabu (2/9/2026) menyatakan telah melancarkan serangan drone yang menargetkan fasilitas militer Amerika Serikat di Pangkalan Udara Sheikh Isa di Bahrain. Menurut media pemerintah, operasi tersebut digambarkan sebagai pembalasan atas agresi Amerika terhadap wilayah selatan Iran.
Departemen Hubungan Masyarakat militer menyatakan serangan itu dilakukan sebagai bagian dari “tahap ke-29 Operasi Saeeqah,” demikian bunyi pernyataan yang dikutip media Iran.
Militer Iran mengklaim pasukannya menargetkan instalasi radar dan titik-titik konsentrasi pasukan AS di Pangkalan Udara Sheikh Isa dengan “serangan drone besar-besaran.” Otoritas Iran menyebut Sheikh Isa sebagai fasilitas militer AS yang vital di Teluk Persia, yang digunakan untuk perbaikan serta pemeliharaan helikopter dan komponen drone, sekaligus menjadi pangkalan bagi pesawat pengintai. Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengeluarkan peringatan untuk kedua kalinya terkait potensi ancaman, serta mengimbau warga dan penduduk untuk tetap tenang dan berpindah ke lokasi aman terdekat. Melalui unggahan di platform X, kementerian juga meminta masyarakat memantau perkembangan informasi lewat saluran resmi demi menjaga keselamatan publik. Malam ini, eskalasi situasi meluas ke sejumlah negara.
Di Kuwait, militer menyatakan sedang merespons apa yang mereka sebut sebagai serangan drone musuh menyusul tindakan terbaru Iran. Pihak militer menjelaskan suara ledakan yang terdengar oleh warga berasal dari sistem pertahanan udara yang mencegat drone yang masuk, dan otoritas mengimbau semua orang mematuhi langkah-langkah keselamatan serta keamanan. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan telah melancarkan serangan rudal balistik “skala besar” terhadap Pangkalan Udara Pangeran Hassan dan pangkalan Marinir AS di Yordania. Serangan ini merupakan respons atas tewasnya sejumlah orang akibat serangan AS yang menghantam acara pernikahan di Sirik. Di Yordania, militer menyatakan 13 rudal telah memasuki wilayah udara kerajaan tersebut. Diketahui bahwa 10 rudal berhasil dihancurkan, sementara tiga lainnya lolos dan jatuh di daerah terpencil, jauh dari pusat permukiman penduduk. Di Bahrain, warga juga diimbau untuk mencari tempat perlindungan setelah Iran menyatakan telah melancarkan serangan drone berskala besar terhadap Pangkalan Udara Sheikh Isa, yang menargetkan instalasi radar serta area tempat pasukan Amerika berkumpul. Kami belum memiliki konfirmasi independen mengenai serangan-serangan tersebut ataupun perkiraan tingkat kerusakan yang mungkin ditimbulkannya.
Secara keseluruhan, kita menyaksikan eskalasi besar di kawasan ini, disertai kekhawatiran yang kian meningkat mengenai kemungkinan konflik meluas jauh melampaui perbatasan Iran. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan pasukannya telah melancarkan serangan gabungan menggunakan rudal dan pesawat nirawak (drone) terhadap fasilitas-fasilitas AS di Provinsi Erbil, Irak utara. Serangan ini merupakan balasan atas serangan AS terhadap pesta pernikahan di kota pesisir selatan Sirik yang menewaskan empat orang, termasuk seorang anak-anak. Dalam pernyataan yang disiarkan lembaga penyiaran negara IRIB, IRGC mengklaim serangan tersebut menghancurkan satu pusat perbaikan dan gudang-gudang berisi peralatan teknis, serta sistem pemandu balon pengintai milik AS. Mereka juga mengklaim tangki-tangki bahan bakar di pangkalan tersebut terbakar dan sejumlah personel AS tewas. Belum ada konfirmasi independen mengenai klaim IRGC tersebut terkait jumlah korban jiwa maupun kerusakan yang ditimbulkan.

