KYIV – Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan bukti awal menunjukkan bahwa Rusia kembali menggunakan rudal balitik Korea Utara (Korut) dalam serangan mematikan pada hari Kamis di Ukraina.
Serangan itu menghantam rumah keluarga di Radushne, sebuah desa di Ukraina tenggara, dan menewaskan sedikitnya enam orang—empat anak dan kedua orang tua mereka. Rumah itu rata dengan tanah akibat serangan rudal, dan empat anak lainnya hilang.
“Rudal Korea Utara telah digunakan oleh Rusia untuk pertama kalinya dalam beberapa waktu,” kata Presiden Ukraina tersebut, sembari mengutuk kemitraan Pyongyang dengan Moskow dan menyalahkan kemitraan itu atas kematian anak-anak Ukraina.
“Tentu saja, pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan, dan semuanya akan diverifikasi, tetapi untuk saat ini—itu adalah rudal balistik Korea Utara,” ujar Zelensky, yang dilansir Business Insider, Jumat (31/7/2026).
Zelensky tidak menyebutkan nama rudal Korea Utara yang digunakan Rusia, tetapi Pyongyang telah memasok Moskow dengan KN-23 dan KN-24, yang merupakan rudal balistik jarak pendek taktis berbahan bakar padat.
KN-23 sering dibandingkan dengan rudal Iskander 9M723 Rusia, dengan jangkauan 300 hingga 400 mil dan hulu ledak 500 kg. Sementara itu, KN-24 adalah rudal yang lebih kecil dengan jangkauan sekitar 250 mil yang ditembakkan dari sistem roket peluncuran ganda, mirip dengan rudal ATACMS buatan Amerika Serikat. Halaman :
Intelijen Ukraina melaporkan pada Juli 2025 bahwa Rusia masih memiliki persediaan sekitar 50 unit KN-23. Namun penggunaannya telah berkurang dalam beberapa bulan terakhir.
Reuters melaporkan pada hari Kamis, mengutip sumber militer anonim, bahwa terakhir kali KN-23 digunakan dalam serangan Rusia adalah pada Agustus 2025.
Ukraina pertama kali mengatakan telah menemukan rudal Korea Utara pada Januari 2024, dan kemudian menuduh Pyongyang memasok Kremlin dengan 148 senjata balistik tersebut.
Para pejabat Kyiv mengatakan pada saat itu bahwa amunisi tersebut sangat tidak dapat diandalkan, dengan sekitar setengahnya meledak di udara sebelum mencapai targetnya.
Pada bulan April, Kementerian Pertahanan Ukraina mengatakan analisis forensiknya menunjukkan bahwa KN-23 diproduksi menggunakan metode dari 50 tahun yang lalu, menggambarkannya sebagai versi yang lebih buruk dari Iskander-M, yang dibangun berdasarkan versi awal rudal tersebut.
Jika rudal Korea Utara digunakan dalam serangan hari Kamis, tidak jelas apakah senjata balistik itu merupakan bagian dari pengiriman baru yang dikirim oleh Pyongyang atau apakah ada fitur yang di-upgrade.


