WASHINGTON – Presiden Rusia Vladimir Putin menilai Amerika Serikat (AS) telah melemah akibat perang selama enam bulan melawan Iran. Situasi ini menciptakan peluang bagi Moskow untuk meningkatkan tekanan terhadap kepentingan Amerika dan sekutu NATO-nya di Eropa.
Penilaian tersebut muncul sebelum Direktur CIA John Ratcliffe melakukan perjalanan rahasia ke Moskow pekan ini. Dalam kunjungan tersebut, Ratcliffe memperingatkan para pejabat Rusia agar tidak meningkatkan eskalasi perang di Ukraina secara signifikan,Home Amerika Putin Nilai AS Melemah akibat Perang Iran, Rusia Cium Peluang Tekan Sekutu NATO Muhaimin Jum’at, 28 Agustus 2026 – 07:07 WIB views: 5.015 Informasi intelijen Amerika sebut Presiden Rusia Vladimir Putin menilai AS telah melemah akibat perang 6 bulan melawan Iran. Foto/Layanan Pers Kepresidenan Rusia/TASS A A A WASHINGTON – Presiden Rusia Vladimir Putin menilai Amerika Serikat (AS) telah melemah akibat perang selama enam bulan melawan Iran. Situasi ini menciptakan peluang bagi Moskow untuk meningkatkan tekanan terhadap kepentingan Amerika dan sekutu NATO-nya di Eropa. Baca Juga : Penyebab Banjir Bandang Dahsyat di Nepal, Gempa Picu Runtuhnya Danau Es di Gunung Penilaian Putin itu merupakan bocoran intelijen AS yang dikutip The Washington Post pada Kamis. Penilaian tersebut muncul sebelum Direktur CIA John Ratcliffe melakukan perjalanan rahasia ke Moskow pekan ini. Dalam kunjungan tersebut, Ratcliffe memperingatkan para pejabat Rusia agar tidak meningkatkan eskalasi perang di Ukraina secara signifikan, Salah satu sumber yang mengetahui pembicaraan itu mengatakan Ratcliffe berpendapat bahwa eskalasi besar-besaran oleh Rusia justru akan menjadi bumerang karena dapat mendorong Presiden AS Donald Trump semakin dekat dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Mengutip laporan dari The Wasington Post, Jumat (28/8/2026), penilaian intelijen Amerika muncul di tengah kekhawatiran mengenai menipisnya persediaan senjata militer AS setelah kampanye militer berkepanjangan terhadap Iran, termasuk kekurangan rudal pencegat untuk sistem pertahanan udara Patriot, rudal jelajah Tomahawk, dan persenjataan lainnya.
Menurut laporan tersebut, orang-orang yang mengetahui informasi intelijen itu tidak memberikan rincian mengenai bagaimana informasi tersebut dikumpulkan atau seberapa yakin para analis CIA terhadap keakuratannya. Namun, Trump pada Kamis mengecilkan kekhawatiran bahwa Putin mungkin akan menyerang negara-negara anggota NATO. “Dia tidak akan menyerang wilayah NATO,” kata Trump. ADVERTISEMENT Trump, saat berbicara dengan penyiar radio konservatif Glenn Beck pada hari Rabu, menggambarkan kunjungan direktur CIA tersebut sebagai hal yang “semi-rutin” sebelum beralih membahas perang di Ukraina. “Mungkin akan ada hasilnya,” kata Trump. “Kami berupaya keras untuk mengakhiri perang itu dan terus terang, pada saat ini, kedua belah pihak sama-sama ingin melihat perang itu berakhir.” Sebelumnya, The Wall Street Journal (WSJ), melaporkan bahwa kunjungan rahasia Direktur CIA John Ratcliffe ke Moskow untuk memperingatkan Rusia agar tidak menguji keteguhan NATO dengan menyerang salah satu anggotanya.
Menurut laporan WSJ, badan intelijen AS menilai bahwa Putin mungkin mempertimbangkan untuk menguji NATO dalam beberapa tahun mendatang melalui operasi militer terbatas terhadap salah satu anggota aliansi tersebut. Kekhawatirannya adalah bahwa Moskow mungkin tidak serta-merta memulai dengan serangan berskala penuh. Para pejabat AS meyakini bahwa opsi yang mungkin diambil bisa berkisar dari serangan siber hingga serangan darat berskala kecil. Sementara itu, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa pertemuan Ratcliffe di Moskow dilakukan dengan para pejabat intelijen Rusia, bukan dengan Putin, meskipun presiden Rusia tersebut telah diberi informasi mengenai diskusi-diskusi itu. Moskow menolak laporan-laporan yang berasal dari media AS. Saat ditanya mengenai laporan bahwa Rusia dapat menyerang NATO menyusul kunjungan Ratcliffe yang tidak biasa itu, Peskov menepisnya sebagai spekulasi belaka. “Banyak cerita yang menakut-nakuti seperti itu diterbitkan saat ini. Tentu saja, hal-hal tersebut sama sekali tidak sesuai dengan kenyataan,” katanya.
